Jalan Takdir Aina (7)
Setelah bertanya kepada rekan-rekan guru yang ada di ruangan ini, ternyata mereka juga tidak ada yang tahu asal muasal coklat dan bunga yang berada di atas mejaku tadi. Ah, mungkin saja ada yang lupa naruh, sehingga aku membiarkan benda itu tetap tergeletak di meja. Kali saja, si empunya nanti nyariin. Teng ... teng ... teng! Lonceng tanda masuk jam pelajaran sudah berbunyi, aku segera memasuki kelas. Sesampainya di sana, anak-anak sudah duduk dengan rapi di tempatnya masing-masing. Ah, indahnya pemandangan ini. Jadi ingat, dulu waktu SD, Pak Yatno–wali kelasku tidak akan memulai pembelajaran, jika murid-muridnya belum berpakaian rapi dan duduk di kursi masing-masing. Sebelum memulai pelajaran, kami membaca doa bersama-sama agar senantiasa diberikan kelancaran dan keberkahan dalam mencari ilmu di pagi hari ini. Pembelajaran kali ini, mengenai sedekah. Suatu kebahagiaan, karena mereka terlihat sangat antusias sekali dalam menyimak pembelajaran yang telah kujelaskan. Beb...