Dasar, Gagal Move On!


Oh, mengapakah kau tinggalkan aku seperti ini?
Saat aku masih berharap
Cinta ini masih bertahan untuk kita
Oh, mengapakah kau membawa semua kenangan indah bersama kita dulu?
Kini berakhir untuk selamanya

Lagu Judika yang bejudul Tak Mungkin Bersama, ternyata masih menjadi lagu favorit yang sering kuputar, pasca diputuskan sebelah pihak oleh calon suamiku.

"Orang tuh ya, kalau galau biasanya pada dengerin atau nonton yang berbau-bau ceria, biar suasana hati juga ikut happy. Move on, Sya, lelaki nggak cuma dia doang!" omel Rani–sahabatku yang sangat memekakkan. Aku menutup telinga dengan kedua tangan.

"Eh, Sya, mau nggak gua kenalin sama temen gua. Kali aja cocok gitu. Mau ,ya?" Pintanya dengan memohon.

Beberapa hari terakhir, Rani memang gencar banget jadi Mak Comblang. Tetapi, oh tidak ... aku belum ana niat sedikitpun membuka hati untuk orang baru. 

"Sebelumnya makasih, ya, Ran, tapi sorry banget, dalam waktu dekat ini, gua belum bisa buka hati lagi," jawabku malas.

Biarlah aku dikatakan gagal move on. Lebih tepatnya sih belum. Maklum, aku sama Alfin–mantan pacarku sudah pacaran lebih dari delapan tahun. Kalau dibuat kredit mobil pasti udah lunas tuh, ya.

Helaan napas Rani terdengar begitu berat. "Mau sampai kapan sih, Lu, begini terus? Apa Lu nggak mikirin orang-orang yang sayang sama Lu?"

"iya, ta-" belum sempat menjawab dengan lengkap, Rani sudah nyerocos lagi.

"Oke gapapa kalau Lu nggak mau dikenalin sama orang sana-sini, tapi paling nggak Lu tuh harus bangkit, Sya, jangan kayak gini, ini menyiksa orang-orang terdekat Lu." Aku memeluknya dengan cukup erat, ternyata dengan sikapku yang kayak gini, akan banyak orang yang tersakiti.

"Kan yang patah hati gua, Ran, kenapa jadi Lu yang nangis sih. Udah yok, gua tlaktir seblak, deh!" bujukku.

"Oke, deal. Lima porsi," jawabnya dengan penuh antusias sembari mengelap ingusnya.

"Giliran makanan aja, Gercep banget." Nggak pa-pa deh hari ini gua tekor.

"Yeee ... nggak pa-pa kali, daripada Lu, gagal move on!"

Asem!

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jalan Takdir Aina (8)

Nasihat Simbah

Gara-gara Barang Diskonan