Dalam Cerpen "Setelah Para Tetua Pergi"


Tantangan pada pekan ke empat dalam Komunitas One Day One Post kali ini, saya rasa lumayan berat, karena harus memberikan sebuah opini tentang cerita pendek yang sudah kita pilih. Dari dua pilihan cerita pendek yang disuguhkan, saya memilih cerita pendek yang berjudul "Setelah Para Tetua Pergi" karya dari Achmad Ikhtiar.

Tetua merupakan salah seorang tokoh yang dihormati dan disegani pada masanya. Tidak ada seorang pun yang berani membantah titahnya tetua tersebut. Akan tetapi, waktu demi waktu yang kian bergulir, masa itu pasti akan datang. Seperti yang sudah tertulis di buku nubuat ribuan tahun lalu.

Entah apa yang dimaksud tentang 'waktunya sudah hampir datang' itu, tetapi saya menangkap bahwasannya harus ada sebuah pengorbanan di sini. Pengorbanan agar tempat yang disebut 'rumah' ini tetap terasa nyaman. 

Hingga waktu itu telah tiba, saat mereka diminta untuk menanggalkan pakaian dan pulang ke rumah, lalu diikuti dengan menghilangnya para Tetua seusai diskusi hangat itu dilaksanakan.

Walhasil, setelah tetua itu pergi, kehidupan seakan menjadi lebih baik lagi. Rumah yang ditempati semakin nyaman, karena tak ada peperangan, pembunuhan, atau wabah. Langit pun menjadi biru, dan burung-burung dengan indahnya bersenandung.

Menurut saya, ini adalah sebuah penggambaran cerita pendek yang cukup menarik, karena tema ini jarang sekali digunakan oleh penulis. Namun, dari segi bahasanya, ada beberapa kalimat yang membuat saya membutuhkan waktu sekian menit dan membaca berulang kali untuk mencernanya, mungkin saja karena faktor diksinya terlalu tinggi untuk saya yang masih pemula.

Dari segi alur, cukup membuat saya deg-degan sepanjang membaca cerita pendek tersebut. Sedangkan dari segi penokohan, saya cukup menerka-nerka, kira-kira ada berapakah tokoh yang masuk dalam cerita pendek tersebut.

Overall, ceritanya sangat bagus, karena memiliki ide menarik dibandingkan cerpen pada umumnya. Akhir kata, saya memohon maaf, apabila isi dari tulisan saya ini tidak sesuai dengan apa yang dimaksud oleh penulis dalam cerpennya yang berjudul Setelah Para Tetua Pergi.



Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jalan Takdir Aina (8)

Nasihat Simbah

Gara-gara Barang Diskonan