Sastrawan Kondang; Sapardi Djoko Damono


Siapa sih, yang tidak mengenal Sastrawan Kondang, Sapardi Djoko Damono? Mengingat, banyak sekali penghargaan yang diraih oleh beliau, dari karya-karya yang ia ciptakan,  mampu menyentuh hati siapa saja yang membacanya.

Salah satu karyanya yang sangat populer, berjudul "Aku Ingin". Di dalam puisi tersebut, penyair menyampaikan tentang sebuah perasaan cinta kepada sang kekasih, yang mana ingin dibuktikannya melalui sebuah tindakan, bukan hanya sekadar mengandalkan kata-kata atau isyarat semata.

Aku Ingin

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana

dengan kata yang tak sempat diucapkan

kayu kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana

dengan isyarat yang tak sempat disampaikan

awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

— Sapardi Djoko Damono


Peranan Sapardi Djoko Damono dalam kancah sastra Indonesia sangat penting. Oleh sebab itu, kita sangat perlu untuk mengikuti jejaknya, mengingat beliau merupakan seorang penyair yang orisinil dan kreatif, dengan segala percobaan dan  pembaharuannya yang mengejutkan.

Dalam kariernya, beliau aktif sebagai sastrawan pada tahun 1858 - 2020. Saat masih berada di bangku sekolah menengah, karya-karyanya sudah sering sekali dimuat di majalah, dan kegemarannya dalam menulis semakin berkembang ketika beliau kuliah di Fakultas Sastra dan Kebudayaan Universitas Gajah Mada.

Banyak sekali kemampuan yang dimiliki oleh Sapardi Djoko Damono di bidang seni, mulai dari menari, bermain gitar, bermain drama, dan sastrawan. Dalam karyanya, ia tidak hanya menulis puisi, namun juga cerita pendek. Ia juga menerjemahkan berbagai karya penulis asing, esai, dan sejumlah artikel di surat kabar, termasuk kolom sepak bola. Beliau juga sedikit menguasai permainan wayang, sebab kakeknya selain menjadi abdi dalem, juga bekerja sebagai dalang.

Eyang lahir di bulan yang sama denganku, yakni pada bulan Maret. Tanggalnya, hanya selisih tiga hari saja dari tanggal lahirku. Beliau ini lahir di Surakarta, pada 20 Maret 1940, dan berpulang ke haribaan-Nya di usianya yang ke-80, tepatnya pada 19 Juli 2020. Beliau memang telah kembali, tetapi karyanya akan selalu abadi.


*Dikutip dari berbagai sumber.

Komentar

  1. Waah tanggal lahirnya deketan ya kak, semoga suksesnya juga sama yaa kak


    Beliau itu sastrawan yg dabest bangett

    BalasHapus
  2. Inget dulu sering baca puisi-puisi nya saat sekolah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku malah tahu beliau itu pas baru-baru ini🙈 pernah baca puisinya, tapi nggak ngeh kalau itu karyanya Eyang

      Hapus
  3. Puisi aku ingin itu memang tidak ada lawannya, romantisnya tak lekang zaman

    BalasHapus
  4. Karir yang begitu panjang, bsrkesan dan menginspirasi, tentu karena keuletan yang membuatnya tetap konsisten dari 1958 sampai 2020

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jalan Takdir Aina (8)

Nasihat Simbah

Gara-gara Barang Diskonan