Para Pengembala (3)
Mbah Sapto menunjuk dua sapi yang sudah diikat di pinggir jalan. "Jonooo ...." teriak Maman dengan begitu kencang. Maman langsung berlari ke arah sapinya. Raut lega pun muncul dari wajahnya. "Lain kali, lebih hati-hati ya, Le." Pesan Mbah Sapto kepada kami. "Terima kasih, ya, Mbah. Kami tadi terlalu panik soalnya," ujar Asep. Mbah Sapto menganggukkan kepala. Asep dan Mbah Sapto berjalan beriringan menuju ke arah tempat diikatnya sapi Maman. Ia memeluk dan mencium sapinya itu dengan rono bahagia. "Nyebut, Man. Sapi pakai diciumi segala. Kalau orang lain liat, bisa dikira edan kamu!" tegur Asep. "Ah, kamu ini, Sep, merusak momen bahagiaku saja," sungutnya. "Terima kasih, ya, Mbah. Untung ada Mbah Sapto yang bawain sapi Maman," lanjutnya. "Iya, sama-sama, Le. Kita ini, harus bisa menguasai situasi. Dalam hal apa pun. Untung saja, tadi sapi mu manut, Le. Kalau nggak, mbah bisa kewalahan tadi pas menggeret dua sapi...