Pengalaman Pertama


Setelah sekian lama, akhirnya aku menginjakkan kaki lagi di sekolah. Tetapi, kali ini berbeda. Aku bukan lagi seorang siswa, melainkan menjadi seorang guru, di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan di kotaku.


Sekolah ini sudah melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka sejak sepekan lalu, dengan syarat harus tetap mematuhi protokol kesehatan, agar pelaksanaannya tetap berjalan dengan lancar, aman, dan nyaman.

Karena ini pertama kalinya aku mengajar, maka aku menyiapkan segala tetek-bengeknya secara matang, terutama perihal materi pembelajaran.

Dengan penuh semangat, aku berangkat ke sekolah dengan mengendarai motor butut kesayanganku. Sebelum memasuki sekolah, kami semua diwajibkan untuk mematuhi protokol kesehatan dengan mencuci tangan, menjaga jarak, memakai masker, dan juga mengecek suhu tubuh kami terlebih dahulu.

Setelah bel tanda masuk berbunyi, aku pun memasuki ruang kelas. Rasa takut, gemetar, tidak percaya diri, dan segala hal yang membuatku down akhirnya musnah seketika, saat melihat semangat mereka dalam belajar.

Aku secara perlahan-lahan menjelaskan materi kepada mereka, dengan harapan mereka bisa paham dengan apa yang sudah aku sampaikan.

Lucunya lagi, ketika di tengah-tengah waktu pembelajaran, salah satu murid menyeletuk,"Bu, jangan lama-lama, ya, saya laper, belum sarapan," ujarnya sambil memegang perut.

"Itu cuma alasan saja, Bu, lha wong tadi habis beli sarapan sama saya," sanggah teman sebangkunya.

Lalu mereka berdebat, hingga kelas menjadi riuh oleh suara-suara mereka. Aku pun berusaha melerai. Melihat kejadian ini, aku seakan bernostalgia di jaman sekolah dahulu. Aku dan teman-teman akan merasa senang ketika ada jam kosong, atau jam pembelajaran usai lebih awal. Apakah siswa-siswi ini juga berpikiran seperti ini? Apakah ini hasil dari perilakuku sewaktu sekolah dahulu? Ah ... mungkin saja iya. Haha.

"Sudah-sudah, jangan berdebat, ya. Tahan dulu, sebentar lagi jam istirahat, jadi kalian bisa pergi ke kantin untuk beli makanan atau camilan untuk mengisi perut. Dan juga, sebelum berangkat sekolah, sarapan dulu, ya, biar tidak kelaparan saat jam pelajaran," ujarku melerai.

Beberapa menit kemudian, bel tanda istirahat pun berbunyi. Aku pun segera menutup pembelajaran pada kelas ini. Mereka yang tadi mengeluh kelaparan pun, dengan sigap keluar dari kelas, setelah aku mengucapkan salam. Ini akan aku jadikan sebagai pengalaman pertama yang sangat mengesankan.

Komentar

  1. Saatnya kembali ke sekolah. Jadi teringat sewaktu mengajar dahulu. Ada dua jam yang membuat kelas gaduh,jam menjelang istirahat dan jam menjelang pulang

    BalasHapus
  2. Ceritanya bagus, mengingatkan tentang aktivitas sekolah. Namun, sekadar saran, biasakan tidak menggunakan konjungsi dalam kalimat seperti kata 'tetapi' dan 'dan" di awal kalimat.

    BalasHapus
  3. Selamat berjuang para guru. Selamat bertatap muka dengan murid.. aku termasuk ibu 3 anak yang 2 orang anaknya sempat sekolah online dan kurang telaten mengajarkan ilmu² dari buku pelajaran mereka hihihi.. jadi ketika sudah luring, aku akan sambut dengan suka cita dan memastikan anak² tetap sehat dan segala aturan² yang berlaku..

    Huhuhu jadi curhat..

    Tetap jaga kesehatan ya...kak, jangan kendor vitamin dan makannya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semangat juga para ibu😍 anak-anak juga lebih semangat, karena mendapatkan suasana baru lagi.

      Hapus
  4. seru pasti ya menghadapi anak usia remaja gini, apalagi di SMK

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seru, Kak, tapi kadang menguji kesabaran juga🤣🙈

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jalan Takdir Aina (8)

Nasihat Simbah

Gara-gara Barang Diskonan