Kenangan Manis
Siapa yang sewaktu kecil suka mandi di sungai bareng teman-teman, tetapi pas pulang dimarahin emak karena basah kuyup?
Sebagai anak desa, yang dulunya tidak ada kolam renang di daerah sini, kami menjatuhkan pilihan di sungai sebagai tempat berenang, atau orang-orang di sini menyebutnya dengan istilah kali.
Di kali, banyak sekali aktivitas yang dilakukan oleh warga sekitar, ada yang mencuci baju, berenang, memancing, atau bahkan dipergunakan untuk buang air besar.
Teringat kejadian masa kecil dulu, aku bersama dengan ke-empat temanku –Nopi, Indah, Samsul, dan Eko senang sekali waktu berenang-renang di kali dengan mengikuti arus air. Saking betahnya, kami jadi nggak kerasa kalau sudah nyemplung berjam-jam, hingga perut pun keroncongan minta diisi.
Kita semua sepakat, akan mengadakan bakar-bakaran di tepian kali. Kami pun mengerjakan tugas masing-masing, sesuai dengan kesepakatan bersama.
Eko yang jago memancing pun, dengan sekejap mendapatkan beberapa ikan. Samsul bertugas mencabut singkong di kebun milik simbahnya, yang kebetulan dekat dengan lokasi kami. Sedangkan aku, Indah, dan Nopi, mencari kayu bakar dan menyiapkan tempatnya.
Setelah semuanya terkumpul, dan api sudah menyala. Kami dengan sigap mamasukkan singkong ke dalam bara api, dan memanggang ikan-ikan yang masih segar ini. Masing-masing mendapatkan dua ekor ikan dan satu singkong. Setelah matang, kami semua menikmatinya dengan sangat lahap.
Di sela-sela makan, kami semua berbincang sambil berandai-andai, bahwa kami layaknya Si Bolang yang kerap kami tonton di acara Televisi.
Tiba-tiba, teriakan yang tak asing lagi di telingaku itu menggema. Siapa lagi kalau bukan suara emak. Kita semua langsung pulang dengan lari tunggang langgang, melewati jalur pintas agar sampai rumah dengan cepat. Sebab kalau tidak, bisa-bisa kayu yang segede lengannya Eko itu secepat kilat akan mendarat di badan.
Namanya anak bandel, mau dilarang, dimarahi, dan dihukum oleh emak sekali pun, kami masih tetap ngeyel dengan melakukannya berulangkali. Di balik itu semua, aku jadi bisa mempunyai kenangan manis di masa kecil, yang pastinya takkan pernah bisa terulang kembali.
Jadi kangen masa kecil
BalasHapusWah, sama dong. Terima kasih, sudah mampir ke sini, Kak.
Hapus